FASILITATOR Bab 1




 MENGENAI PERKENALAN


Perkenalan dalam suatu pelatihan adalah suatu metode fasilitasi dimana diharapkan terjadinya saling mengenal satu sama lain diantara warga belajar atau peserta. Sehingga terjalin keakraban antar sesama peserta selama proses belajar (pelatihan) itu berlangsung.
Pada taraf minimum, peserta menginginkan perkenalan untuk mengetahui nama, sedangkan pada taraf maksimum peserta ingin mengetahui potensi dan keahlian dari teman-teman lainnya. Hal penting yang menjadi bagian dari perkenalan adalah NAMA.
Dalam suatu pelatihan ada berbagai cara perkenalan. Contohnya:
Ø  Mengenalkan teman sebelahnya dengan menyebut nama dan asal daerah/lembaga.
Ø  Menyebutkan namanya sendiri secara bergiliran.
Ø  Diperkenalkan oleh panitia.
Ø  Jembatan keledai (menghubungkan nama dengan barang untuk memudahkan mengingat).
Ø  Berdiri menurut huruf abjad nama.
Ø  Dll

Sebelum mengajak peserta melakukan suatu perkenalan, fsilitator harus tahu tentang:
1.    Apa tujuan perkenalan ini?.
2.    Apa kriteria perkenalan yang cocok (sesuai) dengan pelatihan ini?.

v  Ada beberapa hal yang harus di perhatikan, terkait penggunaan metode perkenalan yaitu:
a.       Jumlah peserta.
b.      Waktu terbatas.
c.       Apa yang ingin diketahui.
d.      Siapa peserta.
e.       Maksud pelatihan, dan
f.       Tempat pelatihan.

Metode dan proses perkenalan dipilih sesuai dengan tujuan perkenalan. Pilihan atas berbagai metode perkenalan pasti ada hal-hal yang harus dikorbankan, misalnya waktu. Hal ini tentunya di sesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan dari perkenalan tadi.
Selain untuk mengetahui nama, asal lembaga, dsb, perkenalan juga berfungsi sebagai ice breaker atau membuat cair suasana serta mengetahui potensi-potensi tiap peserta.
Apabila semua peserta sudah saling mengenal dalam jangka waktu yang lama, maka dalam suatu pelatihan perkenalan lebih diarahkan pada harapan-harapan apa yang ingin di terpenuhi dalam pertemuan. Selain itu perkenalan juga bisa dilakukan sengan menuliskan sikap-sikap baik dan buruk dari tiap peserta. Harus diperhatikan siapa peserta, sehingga tidak ada orang yang merasa dipermainkan dengan metode perkenalan tertentu.


Posting Komentar

 
Top